softkills bahasa indonesia (tugas 1 semester6)

Senin, 25 Maret 2013


Nama     : Rinanda Nur Rizki
Kelas     : 3KA21
NPM     : 15110979
 
PENALARAN

Pengertian penalaran Penalaran adalah suatu proses berfikir manusia untuk menghung-hubungkan data atau pakta yang ada sehingga pada satu kesimpulan. Data atau fakta yang akan dinalar itu boleh benar dan boleh tidak benar disinilah letak kerjanya penalaran orang akan menerima data dan fakta yang benar dan tentu saja akan menolak fakta yang belum jelas kebenarannya. Data yang dapat dipergunakan dalam penalaran untuk menapai satu simpulan ini harus berbentuk kalimat pernyataan . kaliamat pernyataan yang dapat dipergunakan sebagai data itu disebut reposisi. 

Menurut Buku ‘Argumentasi dan Narasi’ karya Gorys Keraf, Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara. Melalui argumentasi penulis berusaha merangkaikan fakta-fakta sedemikian rupa, sehingga ia mampu menunjukkan apakah suatu pendapat atau suatu hal tertentu itu benar atau tidak.
misalnya topik ‘perguruan tinggi’. Melalui argumentasi, penulis menyatakan pendiriannya agar diadakan perubahan dan perbaikan, atau bagaimana seharusnya kebijaksanaan pendidikan di perguruan tinggi. Agar para pembaca dapat diyakinkan mengenai maksudnya itu, penulis harus mengemukakan pula bukti-bukti untuk memperkuat pendirian atau pendapatnya itu.
Dasar sebuah tulisan yang bersifat argumentatif adalah berpikir kritis dan logis. Untuk itu, penulis harus bertolak dari fakta-fakta atau evidensi-evidensi yang ada. Disamping memerlukan penjelasan, argumentasi memerlukan juga keyakinan dengan perantaraan fakta-fakta itu. Oleh sebab itu, penulis harus meneliti apakah semua fakta yang akan dipergunakan itu benar, dan harus meneliti pula bagaimana relevansi kualitasnya dengan maksudnya.
Pada hakikatnya, evidensi adalah semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas, dan sebagainya yang dihubung-hubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Dalam argumentasi, seorang penulis boleh mengandalkan argumentasinya pada pernyataan saja, bila ia menganggap pembaca sudah mengetahui fakta-faktanya, serta memahami sepenuhnya kesimpulan-kesimpulan yang diturunkan daripadanya. Evidensi itu berbentuk data atau informasi, yaitu bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu, biasanya berupa statistik, dan keterangan-keterangan yang dikumpulkan atau diberikan oleh orang-orang kepada seseorang, semuanya dimasukkan dalam pengertian data (apa yang diberikan) dan informasi (bahan keterangan).
Penalaran merupakan sebuah proses berpikir untuk mencapai suatu kesimpulan yang logis. Penalaran bukan saja dapat dilakukan dengan mempergunakan fakta-fakta yang masih berbentuk polos, tetapi dapat juga dilakukan dengan mempergunakan fakta-fakta yang telah dirumuskan dalam kalimat-kalimat yang berbentuk pendapat atau kesimpulan. Sebagai contoh:
Semua manusia akan mati pada suatu waktu.
Beberapa orang Indonesia memiliki kekayaan yang berlimpah-limpah.
Kota Bandung hancur dalam Perang Dunia Kedua karena bom atom.
Semua gajah telah punah tahun 1980.
Keempat kalimat tersebut merupakan proposisi; kedua kalimat yang pertama dapat dibuktikan kebenarannya, dan kedua kalimat terakhir ditolak karena fakta-fakta yang ada menentang kebenarannya. Namun, keempat kalimat tersebut tetap merupakan proposisi.
Proposisi selalu berbentuk kalimat, tetapi tidak semua kalimat adalah proposisi. Hanya kalimat deklaratif yang dapat mengandung proposisi, karena hanya kalimat semacam itulah yang dapat dibuktikan atau disangkal kebenarannya. Kalimat-kalimat tanya, perintah, harapan, dan keinginan (desideratif) tidak pernah mengandung proposisi.
Inferensi berasal dari kata Latin inferre yang berarti menarik kesimpulan. Implikasi juga berasal dari bahasa Latin yaitu dari kata implicareyang berarti melibat atau merangkum. Dalam logika, juga dalam bidang ilmiah lainnya, inferensi adalah kesimpulan yang diturunkan dari apa yang ada atau dari fakta-fakta yang ada. Sedangkan implikasi adalah rangkuman, yaitu sesuatu dianggap ada karena sudah dirangkum dalam fakta atau evidensi itu sendiri.
Untuk membuktikan suatu kebenaran, argumentasi mempergunakan prinsip-prinsip logika sebagai telah dikemukakan diatas. Logika merupakan suatu cabang ilmu yang berusaha menurunkan kesimpulan-kesimpulan melalui kaidah-kaidah formal yang absah (valid).
Istilah benar dan salah pertama-tama dipergunakan dalam argumentasi. Sebaliknya, untuk logika dipergunakan istilah absah (valid) dan tak absah (invalid). Bila semua bentuk formal yang diperlukan untuk menurunkan suatu kesimpulan dipenuhi, maka silogisme dinyatakan absah. Bila silogisme itu absah, maka dengan sendirinya kesimpulan yang diperoleh juga bersifat absah. Dalam argumentasi, yang dijadikan persoalan adalah apakah semua proposisi bersama konklusinya itu benar atau tidak. Sebagai contoh:
Premis Mayor : Semua mahasiswa adalah pejuang.
Premis Minor : Ali adalah seorang mahasiswa.
Konklusi : Sebab itu, Ali adalah seorang pejuang.
Contoh Penalaran
Logam 1 dipanasi dan memuai
Logam 2 dipanasi dan memuai
Logam 3 dipanasi dan memuai
Logam 4 dipanasi dan memuai
dan seterusnya
Jadi : semua logam yang dipanasi memuai

 PROPOSISI

Proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan tidak boleh kedua-duanya. Maksud dari kedua-duanya ini adalah dalam suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan salah sekaligus.
 
Proposisi dibagi menjadi 4 jenis :

1. Bentuk: Tunggal dan jamak.

Contoh:
- Dewi Persik bernyanyi dan menari.
- Kakak memancing dan memakan ikan.

2. Sifat: kategorial dan kondisional.

Proposisi kategorial adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikatnya tidak mempunyai syarat apapun.

Contoh:
- Semua bayi menangis di malam hari.
- Setiap rumah memiliki atap
Proposisi kondisional dibagi menjadi 2 yaitu:
Proposisi hipotesis adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat membutuhkan syarat tertentu.
Contoh:
- Jika lampu menyala, ruangan terlihat terang.
- Jika air dimasukkan ke kulkas maka akan terasa dingin.
Proposisi disjungtif adalah proposisi dimana hubungan antara subjek dan predikat tidak membutuhkan syarat tertentu.
Contoh:
- Meja itu berwarna coklat atau hitam.
- Kakak membaca buku pelajaran atau komik.

3. Kualitas: Afirmatif/positif dan negative.

Proposisi afirmatif adalah proposisi dimana predikatnya mendukung atau membenarkan subjeknya.

Contoh:
- Semua helm dipakai di kepala.
- Semua ayam betina berkotek.

Proposisi negative adalah proposisi dimanan predikatnya menolak atau tidak mendukung subjeknya.

Contoh:
- Tidak ada satupun pria yang memakai rok.
- Tidak ada satupun mahluk hidup yang hidup kekal di dunia ini.

4. Kuantitas: Universal dan spesifik/khusus.

Proposisi universal adalah proposisi dimana predikatnya mendukung atau mengingkari semua.

Contoh:
- Tidak ada satupun kipas angin yang tidak mengeluarkan angin.
- Tidak ada satupun hewan herbivora yang memakan daging.

Interferensi
pertama kali digunakan oleh Weinrich untuk menyebut adanya perubahan sistem suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa tersebut dengan unsur-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur yang bilingual. Interferensi mengacu pada adanya penyimpangan dalam menggunakan suatu bahasa dengan memasukkan sistem bahasa lain. Serpihan-serpihan klausa dari bahasa lain dalam suatu kalimat bahasa lain juga dapat dianggap sebagai peristiwa interferensi. Sedangkan, menurut Hartman dan Stonk dalam Chair (1998:160) interferensi terjadi sebagai akibat terbawanya kebiasaan-kebiasaan ujaran bahasa ibu atau dialek ke dalam bahasa atau dialek kedua.

Implikasi
Perhatikan pernyataan berikut ini: “Jika matahari bersinar maka udara terasa hangat”, jadi, bila kita tahu bahwa matahari bersinar, kita juga tahu bahwa udara terasa hangat. Karena itu akan sama artinya jika kalimat di atas kita tulis sebagai:
“Bila matahari bersinar, udara terasa hangat”.
”Sepanjang waktu matahari bersinar, udara terasa hangat”.
“Matahari bersinar  berimplikasi udara terasa hangat”.
“Matahari bersinar hanya jika udara terasa hangat”.
Berdasarkan pernyataan diatas, maka untuk menunjukkan bahwa udara tersebut hangat adalah cukup dengan menunjukkan bahwa matahari bersinar atau matahari bersinar merupakan syarat cukup untuk udara terasa hangat.
Sedangkan untuk menunjukkan bahwa matahari bersinar adalah perlu dengan menunjukkan udara menjadi hangat atau udara terasa hangat merupakan syarat perlu bagi matahari bersinar. Karena udara dapat menjadi hangat hanya bila matahari bersinar

Evidensi
Pada hakikatnya evidensi adalah semua yang ada semua kesaksian,semua informasi,atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran, fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh dicampur adukan dengan apa yang di kenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah. Evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang di maksud dengan data atau informasi adlah bahan keterangan yang di peroleh dari suatu sumber tertentu.

Cara menguji data :

Data dan informasi yang di gunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap di gunakan sebagai evidensi. Di bawah ini beberapa cara yang dapat di gunakan untuk pengujian tersebut.
1.Observasi
2.Kesaksian
3.Autoritas

Cara menguji fakta:
Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta,maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilitian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakinan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1.Konsistensi
2.Koherensi
Cara menilai Autoritas:
Apa yang harus dilakukan bila seseorang sedang menghadapi kenyataan bahwa pendapat berbagai autoritas itu berbeda? Yang dapat dilakukan adalah membandingkan autoritas itu, mengadakan evaluasi atas pendapat tersebut untuk menemukan suatu pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menilai suatu autoritas, penulis dapat memilih beberapa cara pokok sebagai berikut.

a.    Tidak Mengandung Prasangka
Tidak mengandung prasangka artinya pendapat disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli atau didasarkan pada hasil eksperimen yang dilakukannya. Pengertian tidak mengandung prasangka yaitu autoritas tidak boleh memperoleh keuntungan pribadi dari data eksperimennya.
Untuk mengetahui apakah autoritas tidak memperoleh keuntungan pribadi dari pendapat atau kesimpulannya, penulis harus memperhatikan apakah autoritas mempunyai interes yang khusus; apakah dia berafiliasi dengan sebuah ideologi yang menyebabkan selalu condong kepada ideologi. Bila faktor itu mempengaruhi autoritas maka pendapatnya dianggap suatu pendapat yang objektif.
b.   Pengalaman dan Pendidikan Autoritas
Dasar kedua menyangkut pengalaman dan pendidikan autoritas. Pendidikan yang diperoleh menjadi jaminan awal. Pendidikan yang diperoleh harus dikembangkan lebih lanjut dalam kegiatan sebagai seorang ahli. Pengalaman yang diperoleh autoritas, penelitian yang dilakukan, presentasi hasil penelitian dan pendapatnya akan memperkuat kedudukannya.
c.    Kemashuran dan Prestise
Faktor ketiga yang harus diperhatikan adalah meneliti apakah pernyataan atau pendapat yang akan dikutip sebagai autoritas hanya sekedar bersembunyi dibalik kemashuran dan prestise pribadi di bidang lain. Apakah ahli menyertakan pendapatnya dengan fakta yang menyakinkan.
d.   Koherensi dengan Kemajuan
Hal keempat adalah apakah pendapat yang diberikan autoritas sejalan dengan perkembangan dan kemajuan zaman atau koheren dengan pendapat sikap terakhir dalam bidang itu. Untuk memperlihatkkan bahwa penulis benar-benar siap dengan persoalan yang tengah diargumentasikan, jangan berdasarkan pada satu autoritas saja, maka hal itu memperlihatkan bahwa penulis kurang menyiapkan diri.

Sumber :  
http://rudybyo.blogspot.com/2012/03/v-pengertian-dari-proposisievidensi-dan.html

Tipe Jaringan Komunikasi

Jumat, 15 Maret 2013

Switched Network

Circuit Switched Network

Packet Switched Network

Broadcast Network

Packet Radio Network

Satelite Network

Local Network

Jaringan Komputer

Minggu, 10 Maret 2013




AD-HOC MODE

Jaringan ad-hoc juga disebut jaringan WiFi Direct adalah jaringan di mana stasiun berkomunikasi hanya peer to peer (P2P). Tidak ada dasar dan tidak ada memberikan izin untuk berbicara. Hal ini dicapai dengan menggunakan Independent Basic Service Set (IBSS).

 AD-HOC MODE ( Gambar 1 )
INFRASTRUCTURE MODE
Jaringan wireless infrastructure kebanyakan digunakan untuk memperluas jaringan LAN atau untuk berbagi jaringan agar dapat terkoneksi ke internet. Untuk membangun jaringan infrastructure diperlukan sebuah perangakat yaitu wireless access point untuk menghubungkan client yang terhubung dan manajemen jaringan wireless.


 Infrastucture Mode ( Gambar 2)




WIRED LAN
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.


Wired LAN ( Gambar 3 )
WIRELESS LAN
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

 
Wireless LAN ( Gambar 4 )



Source :
NAMA    : RINANDA NUR RIZKI
TUGAS  : JARINGAN KOMPUTER (Tugas 1)
KELAS   : 3KA21
NPM       : 15110979

tulisan 15(softkills bahasa indonesia)

Rabu, 02 Januari 2013

Nama : Rinanda nur rizki

npm : 15110979

kelas: 3KA21

 

Playboy

Playboy. Banyak sekali orang yang menjumpai masalah playboy ini. Tak jarang juga ada yang menjadi korban maupun pelakunya. Kadang juga, kata itu sering disalahkan oleh beberapa orang yang kurang mengerti, kurang menerima, maupun berbeda persepsi tentang pengertian 'playboy' ini.

Sampai-sampai seseorang yang menurutku itu tidak termasuk playboy, tetap dimasukkan dalam golongan 'cowok playboy'.Seorang teman pernah menceritakan tentang keadaan dirinya saat itu. Menyukai beberapa orang perempuan dan semuanya memiliki 'inner beauty' masing-masing yang membuat ia tertarik pada perempuan-perempuan itu. Bahkan ia juga mendekati semua perempuan itu untuk mengetahui usaha mana yang akan berhasil diraihnya. Sampai pada usaha ini saja, sudah banyak sekali yang bilang kalau dia itu playboy. Padahal mereka tahu, kalau laki-laki ini sudah jadian dengan seseorang yang menjadi prioritas hatinya, ia tak akan mendekati perempuan lainnya lagi. Bahkan bagiku, ia termasuk cowok yang setia menjaga apa yang telah ia raih. Tapi predikat playboy ini tidak pernah lepas darinya. Lho…????ternyata permanen ya…..




Seorang teman lain juga bercerita tentang keadaannya. Ia juga menyukai beberapa perempuan dan hanya berusaha dengan hati dan pikirannya, tanpa melakukan pendekatan yang berarti dan hanya memperhatikan perempuan itu. Dengan hati dan pikirannya itu pulalah ia mengurutkan nama-nama perempuan tersebut dalam hatinya. Menyusun prioritas perempuan mana yang akan dia usahakan untuk meraihnya. Sampai usaha ini, teman-temannya menyebutnya playboy. Lho…??? Emang dia habis ngapain?




Yang kutahu dan kupahami tentang masalah ini adalah sesuatu hal yang berhubungan dengan perselingkuhan dan keisengan belaka. Seorang laki-laki yang telah menyatakan rasa cintanya pada perempuan yang disukainya tapi juga memiliki kekasih lain, kan namanya selingkuh tuh! Playboy? Ya iyalah! Dia kan sudah mempermainkan perasaan beberapa perempuan yang telah ia nyatakan sebagai milikinya.

Tapi, kalo laki-laki itu belum menyatakan perasaan cintanya pada 'seorang ' perempuan, sedangkan dalam keadaan dan tempat - yang berbeda ataupun sama- ia juga merasakan hal yang sama pada perempuan lain, apakah bisa disebut playboy? Bagiku sih bukan.



Kalau misalnya laki-laki ini belum menyatakan perasaannya tapi ia memperlakukan beberapa perempuan dengan baik bahkan kadang terasa berlebihan (walau kadang itu bagian dari pedekate atau memang sebenarnya itu memang kepribadiannya, yang memiliki sfat yang supel) hingga menimbulkan perasaan 'ge-er' perempuan tersebut, apa laki-laki itu patut disebut playboy? Bagiku, yang seperti ini juga bukan.

Bagaimana bisa disebut playboy kalau ia saja belum menyatakan perasaannya pada siapapun. Sedangkan pada saat itu mungkin saja ia masih bingung di antara beberapa perempuan yang disukainya ia belum bisa menentukan prioritas ternyaman dalam hatinya. Mungkin saja kan kalau ternyata perempuan itulah yang menyukai laki-laki itu, sampai akhirnya dia yang 'ge-er' sendiri.




So, bagaimana kita bisa men-judge seseorang itu playboy atau tidak, ya lihat saja kelakuannya setelah ia telah memiliki pasangan yang sudah diikrarkan bersama (secara resmi ataupun tidak resmi). Apakah ia masih berani 'bermain' dengan perempuan lain? Atau malah secara backstreet maupun terang-terangan sudah mempunyai pasangan di lain tempat dan telah berikrar lagi?




Jadi, janganlah dengan mudah kita mengatakan seseorang itu playboy kalau kita saja tidak mengetahui pasti kepribadian orang tersebut. Karena setiap orang pasti memiliki hati, pengalaman, kesempatan, dan cara pengambilan keputusan yang berbeda dalam kehidupannya masing-masing….




Tapi, tak lepas juga, masalah ini ternyata dialami oleh kaum hawa. Bahkan kadang kejadiannya hampir sama dengan dua cerita di atas. Bagi para korban, pelaku, maupun yang memberikan julukan bagi pelaku dan sudah secara jelas sudah pernah mengalami hal ini tentu dapat lebih memahami bagaimana hal ini dapat terjadi.

Jadi, jangan hiraukan perkataan orang lain yang menjuluki anda playboy maupun playgirl sedangkan anda tidak seperti pengertian yang sebenarnya. Tapi jangan sampai anda salah memilih, karena ketika kita memilih orang yang salah, akan membuka peluang anda untuk berselingkuh dan iseng (untuk memenuhi kebutuhan 'perasaan' anda) sedangkan anda tidak bisa dengan mudah memutuskan hubungan dengan orang yang telah lebih dulu terikat dengan anda. Jangan sampai anda terjerumus karen atelah salah memilih dan JANGAN MAIN-MAIN DENGAN API!!!! KARENA AKAN MENIMBULKAN ASAP YANG DAPAT MERUGIKAN….



Karena….

."Zina memusnahkan nikmatnya cinta dan keindahan manusia"


"Perempuan itu dikawini karena empat perkara, yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecatikannya, dan karena agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat." (H.R. Bukhari dan Muslim)




"Carilah wanita yang pandai menjaga diri, penyejuk hati, setia, dan bunda penuh kasih bagi anak-anak, bersanding pria jujur dan memelihara kehormatan diri"





NB : Terima kasih untuk teman-teman yang telah memberi inspirasi dan pembuka pikiran diri. Perlu diingat bahwa ini hanyalah persepsi yang ada dalam pikiran sendiri. Bagi yang tidak menyetujuinya, mohon dimaklumi karena setiap orang pasti memiliki persepsi yang berbeda dalam segala hal.


http://o-funny.blogspot.com/2011/08/playboy.html

Pages